Lagi Musim Panen Durian di Baduy, Pedagang Klaim Bisa Kantongi Rp10 Juta Sehari
WARTAXPRESS.com— Musim panen durian tengah berlangsung di kawasan adat Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.
Melimpahnya hasil panen membuat buah durian mudah ditemui di rumah-rumah warga dan menjadi salah satu buruan wisatawan yang datang ke kawasan tersebut.
Kondisi panen tahun ini disebut lebih baik dibandingkan beberapa tahun terakhir.
Sejumlah warga memanfaatkan momentum tersebut dengan menjual durian langsung kepada wisatawan maupun pelanggan dari luar daerah.
“Tahun ini cukup banyak berbuahnya jika dibandingkan beberapa tahun ke belakang,” ujar Jamal, salah seorang pedagang durian, Minggu 23 Agustus 2026, dikutip dari IDN Times.
Menurut Jamal, panen raya tersebut sudah mulai berlangsung sejak awal Agustus. Aktivitas penjualan diperkirakan sampai September karena sejumlah pohon masih menghasilkan buah.
Dikatakan Jamal, kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang mendukung banyaknya buah durian pada tahun ini.
“Buahnya jadi sangat melimpah,” tuturnya.
Jamal menjual durian dengan kisaran harga Rp20 ribu hingga Rp150 ribu per buah. Nilai jual tersebut disesuaikan dengan ukuran dan kualitas masing-masing buah.
Untuk pembelian dalam jumlah besar, harga dapat berbeda karena menggunakan sistem borongan.
Adapun pembeli tidak hanya berasal dari wisatawan yang datang langsung, tetapi juga pelanggan tetap dari luar Lebak.
Dalam aktivitas penjualan sehari-hari, Jamal menyebut jumlah durian yang terjual bisa mencapai sekitar 200 buah.
Sementara pesanan dalam jumlah besar dapat meningkat hingga sekitar 1.000 buah dalam satu waktu.
Pelanggan dari Bogor, Jakarta, dan Bekasi menjadi bagian dari pasar durian yang dijualnya. Omzet yang diperoleh pun dapat mencapai beberapa juta rupiah dalam sehari.
“Sehari pendapatan bisa tembus Rp5 juta, kadang Rp10 juta,” ujarnya.
Ramainya musim panen turut membuat durian menjadi bagian dari pengalaman wisata di Baduy.
Pengunjung yang datang dapat menemukan durian lokal di sepanjang kawasan permukiman warga.
Selain menikmati lingkungan dan kehidupan masyarakat adat, wisatawan juga memanfaatkan kunjungan mereka untuk membeli buah yang sedang memasuki musim panen tersebut.
Jamal menyebut aktivitas berburu durian menjadi hal yang lazim terjadi ketika musim panen berlangsung.
“Jadi ketika wisatawan membeli buah durian di Baduy, mereka tidak hanya mendapat durian, tapi juga keindahan alam di Baduy,” katanya.

Tinggalkan Balasan