WARTAXPRESS.com- Keterbatasan jumlah dermaga di Pelabuhan Merak, Banten, dinilai masih menjadi salah satu hambatan utama dalam kelancaran arus penyeberangan selama musim mudik Lebaran 2026.

Di tengah meningkatnya jumlah kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan Merak-Bakauheni, sebagian besar armada disebut belum bisa beroperasi maksimal karena minimnya fasilitas sandar.

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah segera menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak agar kapasitas angkut penyeberangan bisa ditingkatkan dan antrean kendaraan saat musim puncak dapat dikurangi.

Menurut Bambang, dari total 72 kapal yang telah disiapkan untuk melayani lintasan Merak-Bakauheni, saat ini hanya 28 kapal yang dapat beroperasi secara optimal.

Kondisi itu, kata dia, dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah dermaga yang tersedia di pelabuhan.

“Sangat ironis, satu dermaga hanya bisa melayani sekitar empat kapal. Artinya ada sekitar 44 kapal atau 60% lebih kapal tidak dapat dioperasikan,” ujarnya dikutip dari SindoNEWS, Minggu, 15 Maret 2026.

Bambang yang juga Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia menilai persoalan ini bukan masalah baru. Ia menyebut masyarakat selama ini terus terdampak karena pemerintah dinilai belum juga menuntaskan persoalan mendasar di Pelabuhan Merak, yakni dengan membangun dermaga tambahan.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi semakin krusial karena akses jalan tol yang semakin lancar turut mendorong peningkatan kendaraan menuju lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni, baik kendaraan logistik maupun kendaraan penumpang.

“Pada saat peak season masyarakat membutuhkan angkutan, tetapi kapal tidak bisa dioperasikan karena keterbatasan dermaga,” katanya.

Lanjut Bambang, langkah paling mendesak yang harus dilakukan pemerintah adalah menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak.

Saat ini, pelabuhan tersebut memiliki tujuh dermaga aktif dan dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan layanan penyeberangan yang terus meningkat.

Ia mengusulkan agar pemerintah segera menambah sedikitnya tiga dermaga baru. Menurut perhitungannya, tambahan tersebut dapat meningkatkan kapasitas sandar kapal secara signifikan.

“Kalau ditambah tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal tambahan. Itu sudah sama dengan bertambah sekitar 50% dari total kapasitas angkut, sehingga antrean kendaraan yang akan menggunakan kapal penyeberangan akan jauh lebih lancar,” ujarnya.

Tak hanya itu, kebutuhan angkutan penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni terus bertambah dari tahun ke tahun, terutama untuk sektor logistik, transportasi publik, dan penumpang umum.

Bahkan, pertumbuhan angkutan logistik di lintasan tersebut disebut mencapai 10 hingga 12 persen setiap tahun.

Jika penambahan infrastruktur tidak segera direalisasikan, ia khawatir kapasitas angkutan penyeberangan di Merak-Bakauheni dalam beberapa tahun ke depan tidak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan dan distribusi logistik.

“Dan bila kongesti ini terjadi kemacetan akan meresahkan publik dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.