Prabowo Tunjuk Bahlil Sebagai Ketua Satgas Percepat Transisi Energi
JAKARTA, WARTAXPRESS.com – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai ketua satgas percepatan transisi energi.
Penunjukan ini sebagai upaya menyediakan akses energi yang menyeluruh bagi masyarakat yang salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan diperuntukkan bagi sekolah dan desa-desa.
“Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden yang pembahasannya ada lebih pada implementasi energi bersih dan terbarukan. Di dalamnya termasuk kaitannya dengan 100 gigawatt untuk PLTS, kemudian energi baru terbarukan,” kata Bahlil dikutip dari website kementerian ESDM, Jumat (6/3/2026).
Bahlil mengatakan, pembentukan satgas ini sejalan dengan upaya Pemerintah dalam melaksanakan transisi energi sekaligus untuk mengurangi subsidi.
“Sudah barang tentu ini orientasinya adalah transisi energi bisa kita lakukan cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik,” ujar Bahlil.
Ketua Partai Golkar ini menuturkan, Kementerian ESDM juga mendorong pemanfaatan PLTS untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau terpencil. Upaya ini bagian dari program strategis pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan energi serta memperluas akses pelayanan energi hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Tidak hanya percepatan pembangunan PLTS, Presiden Prabowo juga meminta Bahlil untuk mengoptimalisasi upaya konversi sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik. Secara bertahap, Pemerintah akan mengonversi 120 juta sepeda motor dalam waktu 3 hingga 4 tahun mendatang.
“Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insyaallah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” ungkap Bahlil.

Tinggalkan Balasan