WartaXpress

WartaXpress

Update Berita Tanpa Ketinggalan

Kamis, 30 April 2026

BPBD Kota Tangerang Bantu Warga Griya Kencana Bersihkan Tumpukan Lumpur Sisa Banjir

Penyemprotan dari petugas BPBD Kota Tangerang membantu warga terdampak banjir untuk membersihkan tumpukan lumpur, Senin (09/03/26).

TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.com Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Tangerang telah sepenuhnya surut, dan kondisi tersebut digunakan petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Ciledug, BPBD Kota Tangerang, untuk bergerak cepat membantu warga.

Petugas melakukan aksi bersih-bersih sisa lumpur di Perumahan Griya Kencana 1, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Senin (09/03/26).

Banjir sempat melumpuhkan aktivitas di Kecamatan Karang Tengah, Ciledug, dan Pinang akibat luapan Kali Angke dilaporkan telah sepenuhnya surut sejak Senin dini hari. Salah satu lokasi terdampak cukup parah adalah Perumahan Griya Kencana 1.

Warga setempat memanfaatkan kondisi ini untuk membersihkan rumah masing-masing. Namun, karena keterbatasan peralatan, warga meminta bantuan BPBD untuk membersihkan area publik yang tertutup lumpur.

Komandan Regu (Danru) 3 UPT Damkar Ciledug, Syuhada menuturkan pembersihan difokuskan pada penyemprotan akses jalan utama, fasilitas umum, hingga sarana ibadah dan langkah ini diambil guna mengantisipasi munculnya aroma tidak sedap dan potensi sumber penyakit yang kerap muncul pasca banjir.

“Kami memberikan pelayanan penyemprotan atas permohonan warga, khususnya di RT 04/RW 04. Fokusnya adalah akses jalan dan lingkungan masjid karena genangan lumpur yang tersisa mulai menimbulkan bau tidak sedap,” ujar Syuhada.

Menurut penuturan warga, banjir kali ini termasuk yang terparah. Air mulai merangkak naik sejak Jumat malam dan baru benar-benar surut pada Senin dini hari. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai 100 sentimeter atau setinggi dada orang dewasa.

Kim, salah satu warga terdampak, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan petugas Damkar. Ia menyebut tenaga warga sudah terkuras habis untuk membersihkan bagian dalam rumah.

“Kemarin banjirnya parah, di dalam rumah sepaha, di jalan sedada. Alhamdulillah hari ini sudah surut, tinggal pembersihan saja. Kami minta tolong Damkar untuk bersihkan jalanan karena kotor sekali,” jelas Kim.

Ia pun berharap pemerintah segera memberikan solusi jangka panjang terkait meluapnya Kali Angke. “Mungkin bisa dinormalisasi atau diperbaiki drainasenya agar ke depan minimal dampaknya berkurang, tidak separah sekarang,” tambahnya.

UPT Damkar Ciledug menyatakan akan terus melakukan penyisiran ke sejumlah wilayah terdampak lainnya. Komitmen ini dilakukan untuk memastikan lingkungan warga kembali bersih dan layak huni, serta meminimalisir risiko penyakit pasca banjir seperti gatal-gatal, leptospirosis maupun infeksi saluran pernapasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup