Mengaku Dibegal hingga Ditelanjangi, Pemuda di Tangerang Ternyata Rekayasa Cerita
WARTAXPRESS.com – Seorang pemuda Berinsial J, di wilayah Kelurahan Sangiang, Kecamatan Priuk, Tangerang, mengaku menjadi korban pembegalan hingga mengalami kekerasan dan ditelanjangi.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, pengakuan tersebut ternyata tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.
Kapolsek Jatiuwung Kompol Krisna Ajie Perkasa mengatakan, pihaknya menerima laporan dari pemuda tersebut pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam laporannya, pemuda itu mengaku menjadi korban pembegalan dengan barang yang hilang berupa telepon seluler (ponsel).
“Yang bersangkutan melaporkan mengalami pembegalan. Handphone-nya diambil, kemudian dia mengaku mengalami kekerasan dan ditelanjangi oleh pelaku,” kata Krisna saat ditemui.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim operasional Reskrim Polsek Jatiuwung langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan serangkaian penyelidikan.
Pada Senin, polisi menemukan ponsel yang disebut-sebut milik korban. Namun, setelah dilakukan pendalaman, polisi mendapati fakta berbeda dari pengakuan awal pemuda tersebut.
Ponsel itu ternyata dijadikan jaminan oleh pemuda tersebut karena diduga mengambil sejumlah barang yang bukan miliknya. Nilai kerugian akibat dugaan pengambilan barang itu diperkirakan mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.
Karena tidak mampu mengembalikan kerugian tersebut, ponselnya kemudian dijadikan jaminan. Pemuda itu pun mengaku membuat cerita menjadi korban pembegalan karena takut dimarahi oleh keluarga dan orang tuanya.
“Yang bersangkutan mengakui melakukan hal tersebut karena takut dimarahi keluarga dan orang tuanya. Akhirnya, dia mengaku kepada keluarganya sebagai korban pembegalan,” jelas Krisna.
Saat ini, Polsek Jatiuwung masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Polisi juga melakukan pembinaan terhadap pemuda itu dengan memanggil seluruh anggota keluarganya, termasuk kedua orang tuanya, untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
Selain itu, polisi masih mendalami kemungkinan apakah pemuda tersebut pernah melakukan perbuatan serupa pada hari-hari sebelumnya.
“Kami masih melakukan pendalaman dan pembinaan kepada yang bersangkutan. Kami juga ingin memastikan apakah ada kejadian serupa sebelumnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan