WARTA EXPRESS.com– Warga Serua, Ciputat Timur, digegerkan oleh penangkapan seorang pria yang diduga melakukan pelecehan dan sodomi terhadap tiga anak.
Pria tersebut disebut-sebut sebagai pengajar marawis dan memiliki pengetahuan agama. Kasus ini terungkap berkat laporan cepat dari masyarakat melalui layanan pengaduan Polsek Ciputat Timur.
“Awalnya kami menerima notifikasi dari layanan pengaduan masyarakat. Dilaporkan telah terjadi pelecehan seksual, tapi saat itu pelakunya belum diketahui,” ungkap Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, saat ditemui Senin pagi (14/4).
Menerima laporan tersebut, Kompol Bambang segera memerintahkan tim Reserse Kriminal Polsek Ciputat Timur bersama Perwira Pengawas (Pawas) untuk mengecek langsung ke lokasi kejadian di wilayah Serua.
“Ternyata laporan itu benar. Setelah kami temui ibu korban, beliau menceritakan semua. Anak-anak pun langsung bicara dan mengungkapkan peristiwa yang mereka alami. Saat itu juga kami amankan pelakunya,” jelasnya.
Pria yang kini diamankan itu diketahui kerap mengajar marawis dan dikenal memiliki sedikit latar belakang pendidikan agama. Namun siapa sangka, sosok yang semula disegani justru menyimpan sisi gelap yang mengejutkan warga sekitar.
“Yang mengagetkan, pada hari Minggu kemarin saja, sudah ada tiga anak yang menjadi korban. Bahkan, dari keterangan awal, perbuatan keji itu dilakukan lebih dari dua kali terhadap masing-masing korban,” tambah Bambang.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa seluruh aksi bejat tersebut dilakukan di lokasi yang sama.
Saat ini, kasus telah dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan untuk penanganan lebih lanjut.
Kompol Bambang mengapresiasi partisipasi aktif warga yang sigap melaporkan kejadian ini, dan mengimbau agar masyarakat tak ragu memanfaatkan layanan pengaduan yang tersedia.
“Ini bukti nyata bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menjaga keamanan lingkungan. Jangan ragu untuk melapor, baik ke call center kami maupun langsung ke Polsek. Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.